Komponen Penyusun Kabel Fiber Optik dan Masing-Masing Fungsinya

Kabel fiber optik adalah jenis kabel yang sering digunakan dalam instalasi jaringan. Sebuah kabel yang terbuat dari kaca atau plastik yang sangat halus berguna sebagai media transmisi.

Transmisi pada fiber optik terbagi menjadi dua jenis, yaitu single mode dan multi mode. Single mode menggunakan laser sebagai media transmisi sedangkan multi mode mengunakan LED.

Dalam jaringan komputer fiber optik berfungsi sebagai penghubung antar perangkat yang ada di dalam komputer tersebut.

Dengan kecepatan akses yang tinggi, kabel ini kini banyak digunakan oleh industri telekomunikasi untuk melakukan transfer data dengan kecepatan tinggi.


Komponen Kabel Fiber Optik


fiberoptik.co.id

Jaringan internet yang bisa kamu nikmati saat ini merupakan salah satu manfaat dari kabel fiber optik. Fiber optik memanfaatkan pembiasan cahaya pada sebuah sistem transmisi berkecepatan tinggi.

Untuk lebih memahami cara fiber optik bekerja, ada baiknya kamu mengenali komponen penyusun kabel ini terlebih dahulu.

Setiap bagian dari fiber optik memiliki fungsi yang berbeda, diantaranya sebagai berikut:

  • Core, merupakan bagian inti yang terbuat dari bahan bahan kaca. Bagian ini berukuran sangat kecil dengan ukuran diameter biasanya pada kisaran 2 µm – 50 µm. Semakin besar ukuran diameter serat optik maka semakin stabil performa yang ditampilkan.
  • Cladding, merupakan bagian pelindung inti dengan ukuran diameter berkisar antara 5 µm – 250 µm. Bagian yang terbuat dari bahan silikon ini sekaligus berfungsi sebagai pemandu gelombang cahaya yang berasal dan kembali kepada bagian inti.
  • Coating (Buffer), merupakan pelapis alias mantel dari kabel optik fiber yang terbuat dari bahan plastik dan bersifat elastis. Lapisan ini berfungsi sebagai pelindung bagian dalam dari gangguan fisik seperti terpapar kelembaban udara.
  • Outer Jacket, sesuai dengan namanya bagian ini adalah lapisan terluar fiber optik yang berfungsi melindungi lapisan-lapisan di bawahnya. Lapisan yang biasa juga disebut strength member ini adalah perisai utama kabel optik dari berbagai jenis gangguan.

Kecepatan kerja pada kabel ini sangat bergantung pada kemurnian bahan gelas yang terdapat pada bagian inti (core).

Semakin murni bahan gelas maka semakin efisien penyerapan cahaya oleh fiber optik. Dengan begitu kecepatan transmisi cahaya semakin tinggi dengan hasil pantulan cahaya yang optimal.

Dalam kinerjanya fiber optik membutuhkan sumber cahaya yang kuat. Agar proses transmisi cahaya berjalan maksimal kabel harus dipasang dengan jalur berbelok.

Salah satu kelemahan penggunaan fiber optik ini adalah biaya instalasi dan perawatan nya yang cenderung lebih mahal dari jenis kabel lainnya.

Jenis Kabel Fiber Optik

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, berdasarkan prinsip mode transmisinya kabel fiber optik terbagi ke dalam dua jenis berbeda:

Mode Tunggal (Single Mode)

Sebuah fakta menarik fiber optik single mode dibuat setelah kemunculan fiber optik multimode.

Yup, model ini dibuat untuk melengkapi beberapa kekurangan pada fiber optik multimode. Salah satunya memiliki kecepatan yang tak tertandingi dalam hal transfer data.

Sesuai dengan namanya kabel fiber optik ini hanya memancarkan satu mode cahaya. Dimana hanya dapat membawa satu panjang gelombang cahaya (1310-1550 nm) dalam suatu waktu.

Multimode

Fiber optik multimode mampu memancarkan banyak mode cahaya sekaligus dalam suatu waktu. Panjang gelombang cahaya yang dapat dibawa oleh fiber optik multimode pada kisaran 850-1300 nm.

Tidak seperti kabel single mode, kabel multimode tidak memiliki bandwith sehingga kecepatan transmisinya lebih rendah.

Karena panjang gelombang yang dipancarkan oleh kabel ini beragam maka jumlah refleksi gelombang pun bervariasi.


Demikian ulasan singkat mengenai fiber optik. Semoga menjadi informasi yang bermanfaat dan berkah. Sampai jumpa!

Baca Juga: Kode Warna Resistor

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.