3 Jenis Alat Ukur Intensitas Cahaya yang Paling Sering Digunakan

Alat ukur intensitas cahaya yang paling umum dikenal orang adalah Lux Meter atau biasa juga disebut sebagai Light Meter.

Cahaya merupakan bagian dari spektrum radiasi gelombang elektromagnetik yang dapat dilihat dengan mata.

Sedangkan intensitas cahaya didefinisikan sebagai ukuran daya yang dipancarkan sebuah sumber cahaya dari arah tertentu per satuan sudut.

Sebagai besaran pokok intensitas cahaya dilambangkan dengan Candela (Cd) ditetapkan dalam Satuan Internasional (SI).

Tujuan mengetahui besarnya intensitas cahaya adalah untuk menciptakan pencahayaan yang baik. Dengan pencahayaan yang baik maka memungkinkan kita untuk melihat sebuah obyek dengan jelas.

Selain itu intensitas cahaya juga erat kaitannya dengan kelembapan maupun suhu di sebuah tempat. Dimana cahaya secara langsung akan mempengaruhi kelembapan ataupun suhu di sekitar.


Jenis Alat Ukur Intensitas Cahaya


Kebutuhan pencahayaan di setiap lokasi tentu berbeda. Pengukuran intensitas cahaya pun menjadi hal penting yang banyak diterapkan di berbagai bidang.

Mulai dari bidang pertanian, industri perfilman, bidang peternakan, pembudidayaan ikan, dan lain sebagainya.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, salah satu alat ukur intensitas cahaya yang paling umum diketahui masyarakat adalah Lux Meter.

Namun tahukah kamu masih terdapat beberapa jenis alat ukur intensitas cahaya lainnya. Untuk lebih jelasnya mari simak ulasan berikut dengan seksama:

Lux Meter

jenis alat ukur intensitas cahaya
petrolab.co.id

Secara umum lux meter terbagi menjadi dua jenis yaitu lux meter analog dan lux meter digital.

Keduanya berbeda dalam hal tampilan saja, dimana masyarakat lebih banyak menggunakan lux meter digital karena dianggap lebih praktis.

Penciptaan lux meter dilatarbelakangi akan kesadaran bahwa setiap ruangan membutuhkan intensitas cahaya yang berbeda-beda.

Perlu dilakukan penyesuaian pencahayaan di setiap ruangan karena masing-masing berbeda fungsi.

Pencahayaan yang baik akan menunjang kesehatan mata seseorang. Jangan sampai di kamar tidur dipasang lampu dengan tingkat cahaya yang tinggi sehingga dapat mengganggu kenyamanan saat beristirahat.

Begitu juga di ruang kerja atau ruang baca, jangan sampai kurang pencahayaan agar mata tidak sakit saat membaca sebuah buku.

Lux meter bekerja dengan memanfaatkan sel foto yang ada di dalamnya. Dimana komponen tersebut berfungsi sebagai sensor optik untuk menerjemahkan berapa kadar intensitas cahaya di sebuah ruangan.

Spektrofotometer

farmasiindustri.com

Alat ini sering kita jumpai di laboratorium kimia, fisika, teknik, instrumentasi, dan lain sebagainya.

Yup, spektrofotometer merupakan alat untuk mengukur intensitas cahaya pada panjang gelombang tertentu. Adapun cahaya yang terukur merupakan hasil interaksi antara sebuah materi dengan cahaya yang ditembakkan.

Materi yang dimaksud disini dapat berupa atom atau molekul lain yang biasanya terbuat dari bahan kaca atau kuarsa.

Sedangkan cahaya yang ditembakkan dapat berupa sinar infra merah (Infra Red), sinar UV (Ulta Violet), dan cahaya tampak.

Prinsip pengukurannya yaitu sebagai cahaya akan diserap dan sisanya dilewatkan. Cahaya yang diserap muncul dalam bentuk panjang gelombang (nilai absorbansi) tertentu.

Bagi yang sudah sering melakukan uji spektro tentu sudah tidak asing dengan alat yang satu ini. Bagi yang belum semoga bisa memahami ulasan singkat di atas ya.

Goniofotometer

metrue.com

Jika spektrofotometer banyak digunakan di laboratorium maka goniofotometer banyak digunakan di industri otomotif.

Alat ini mengukur intensitas cahaya yang dipancarkan sebuah benda yang tampak pada titik atau sudut tertentu.
Sesuai dengan namanya, “gonio” yang berarti sudut sedangkan “fotometer” berarti cahaya.

Artinya goniofotometer akan menampilkan sifat distribusi cahaya dari sebuah sumber dengan sifat fotometrik.

Tak hanya sebagai alat ukur intensitas cahaya, goniofotometer juga dapat digunakan untuk mengukur koordinat warna, temperatur warna, dan fluks cahaya.

Sebagai informasi tambahan cahaya alami memiliki warna serta panjang gelombang yang sangat berbeda dengan cahaya buatan.

Lalu apakah ketiga alat di atas juga dapat digunakan untuk membedakan kedua jenis cahaya tersebut?

Baca Juga: Isi Freon AC Ruangan

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.