Daya Listrik | Pengertian, Rumus dan Contoh Soalnya

Rumus Daya Listrik – Listrik merupakan hal yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti menyalakan lampu, kipas angin, penanak nasi, kulkas, mesin cuci, televisi dan yang lainnya.

Ketika menggunakan alat-alat elektronik tentunya menggunakan energi listrik, misalnya ketika ingin menggunakan setrika tertera tulisan 220 V, maka dibutuhkan 300 W daya listrik untuk menggunakannya.

Mudahnya daya listrik bisa dikatakan sebagai besaran atau jumlah energi listrik yang digunakan atau diserap dalam suatu rangkaian listrik.

Untuk lebih lengkapnya, pada artikel kali ini akan membahas mulai dari pengertian apa daya listrik, rumus yang digunakan untuk menghitungnya dan contoh soalnya.


Pengertian Daya Listrik


Daya Listrik | Pengertian, Rumus dan Contoh Soalnya
pixabay.com

Daya listrik merupakan jumlah energi yang dihasilkan atau diserap dalam suatu sirkuit atau rangkaian. Mudahnya bisa juga dikatakan sebagai jumlah energi yang digunakan dalam satuan waktu.

Besarnya jumlah daya listrik yang digunakan oleh peralatan listrik dipengaruhi oleh beberapa hal mulai dari tegangan, kuat arus, dan hambatan listrik dalam suatu rangkaian listrik tertutup.

Tiga hal tersebut merupakan penentu besarnya daya listrik yang dibutuhkan oleh suatu peralatan listrik agar bisa bekerja/berfungsi dengan optimal.

Umumnya nilai dari daya listrik dicantumkan menggunakan label di peralatan elektronik, untuk menunjukan jumlah energi yang diperlukan agar perangkat listrik bisa digunakan.

Oleh karena itu, semakin tinggi penggunaan atau nilai watt yang digunakan, maka akan semakin tinggi juga daya listrik yang diperlukan untuk dikonsumsi.

Sistem Satuan Internasional untuk daya listrik adalah Watt (W), tapi bisa juga dinyatakan dengan satuan Joule/detik (J/s).

Selain itu, dalam beberapa penerapan tertentu, daya listrik jgua dinyatakan dalam satuan kilowatt (kW) atau MegaWatt (MW).


Rumus Daya Listrik


Daya Listrik | Pengertian, Rumus dan Contoh Soalnya
pixabay.com

Rumus Daya Listrik dalam Konsep Usaha

Jika dilihat dari konsep usaha, daya listrik merupakan besaran jumlah energi listrik yang digunakan tiap detiknya. Maka, berdasarkan konsep tersebut rumusnya adalah sebagai berikut:

P = E / t

Keterangan:

P = daya listrik
E = energi dalam satuan Joule (J)
t = waktu dalam satuan detik (s)

Rumus Umum

Jika sebelumnya adalah rumus yang didasarkan pada konsep usaha, maka berikut merupakan rumus umum yang digunakan untuk menghitung daya listrik dalam suatu rangkaian listrik:

P = V x I

Atau bisa juga,

P = I2 x R

P = V2/R

Keterangan:

P = daya listrik dalam satuan Watt (W)
V = tegangan listrik dalam satuan Volt (V)
I = arus listrik dalam satuan Ampere (A)
R = hambatan dalam satuan Ohm (Ω)


Contoh Soal


pixabay.com

Contoh Soal 1

Adit memliliki TV LED 40 inchi yang membutuhkan tegangan 220V dan arus listrik sebesar 1.2 A untuk menyalakan dan menonton televisi. Pertanyaannya, berapa daya listrik yang dikonsumsinya?

Diketahui:

V = 220 V
I = 1.2 A
P = ?

Jawaban:

P = V x I
= 220 x 1.2
= 264

Maka jumlah daya listrik yang dibutuhkan atau dikonsumsi untuk menyalakan TV LED yang dimiliki adit adalah sebesar 264 Watt

Contoh Soal 2

Di rumah Dinda ada lampu yang memiliki tegangan listrik sebesar 24 Volt dan hambatan listriknya sebesar 3 Ohm.

Pertanyaannya, berapakah daya listrik yang dibutuhkan lampu di rumah Dinda tersebut untuk menyala?

Diketahui:

V = 24 Volt
R = 3 Ohm
P = ?

Jawaban:

P = V2 / R
= 24 x 24 / 3 = 576 / 3
= 192

Maka daya listrik yang dibutuhkan lampu di rumah Dinda untuk menyala adalah 192 Watt.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.