Prinsip Kerja Thermostat dan Cara Kerja Komponen-komponennya

Prinsip kerja thermostat menggunakan gagasan benda yang mengembang atau memuai saat panas dan mengecil atau mengkerut saat dingin. Gagasan tersebut dikenal dengan ekspansi termal. Termostat menggunakan ekspansi termal untuk menghidupkan dan mematikan sirkuit listrik.


Prinsip Kerja Thermostat


Sebagian dari kalian mungkin belum mengenal apa itu termostat. Alat ini terdapat pada beberapa peralatan elektronik, seperti AC dan kulkas. Termostat juga terkadang dipasang pada dinding rumah modern untuk mengontrol sistem pemanas.

Di negara empat musim penggunaan termostat di rumah-rumah sudah sangat umum. Meskipun ditampilkan dalam derajat, tapi alat ini tidak seperti termometer. Singkatnya, termostat merupakan sebuah alat yang menjaga suhu tetap sama.

Ketika rumah terlalu dingin, maka termostat akan menaikan suhu dalam ruangan sehingga menjadi hangat. Sebaliknya, saat ruangan terlalu panas, maka termostat akan otomatis mematikan pemanas di dalam ruangan sehingga kita tidak mendidih.

Sementara termometer hanyalah alat pengukur suhu yang juga terdapat pada termostat. Itulah mengapa pada tampilan layar termostat ada derajat suhu ruangannya. Prinsip kerja thermostat yang digital dengan yang biasa tentu berbeda.

Thermosat digital tentu lebih mudah dimengerti karena tampilannya mirip dengan komputer atau ponsel. Mereka menggunakan sensor untuk menentukan apakah suhu rumah sudah tepat atau tidak. Versi digital juga menyediakan fitur dan manfaat, seperti pengaturan yang dapat diprogram.

Sementara termostat dengan sistem elektromekanis akan lebih sulit untuk dipahami. Biasanya mereka berisi kumparan bimetal atau strip logam. Saat suhu berubah, kumparan atau strip tersebut akan bergerak.

Pergerakan tadi menyebabkan botol berisi merkuri miring ke satu sisi. Merkuri akan mengalir ke salah satu ujung botol dan menandakan bahwa pemanasan atau pendinginan perlu dihidupkan. Terlepas dari jenis thermostat, terus menerus menaikan atau menurunkan suhu dapat membuang-buang listrik.

Cara Kerja Bagian dalam Termostat

Ketika memindahkan tuas termostat untuk menaikkan panas, itu akan memutar kumparan termometer dan sakelar merkuri lalu mengarahkannya ke kiri. Segera setelah saklar mengarah ke kiri, arus akan mengalir melalui merkuri pada sakelar merkuri.

Arus tersebut memberi relay yang memulai panas dan kipas sirkulasi di rumah yang dipasangi termostat. Ketika ruangan secara bertahap memanas, kumparan termometer perlahan-lahan terlepas sampai ujung saklar merkuri kembali ke kanan, memutus sirkuit dan mematikan pemanas.

Saat sakelar merkuri mengarah ke kanan, relay akan menyalakan pendingin. Saat ruangan berangsur mendingin, kumparan termometer akan berputar sampai saklar merkuri kembali ke kiri. Thermostat juga memiliki perangkat dingin lain yang disebut antisipan panas.

Antisipan panas akan mematikan pemanas sebelum udara yang terdeteksi termostat benar-benar mencapai suhu yang disetel. Itu dikarenakan bagian-bagian ruangan terkadang telah mencapai suhu yang disetel bahkan sebelum termostat melakukannya.

Pada kasus tersebut, antisipan mematikan pemanas sedikit lebih awal untuk memberi waktu suhu panas terdeteksi thermostat. Terdapat lingkaran kawat pada termostat yang berfungsi seperti halnya resistor.

Ketika pemanas bekerja, arus yang mengontrol pemanas bergerak dari sakelar merkuri melalui kabel kuning ke resistor tadi. Itu akan berjalan di sekital lingkaran kawat sampai ke wiper dan dari sana bergerak melalui cincin antisipan dan turun ke papan sirkuit di lapisan bawah termostat.

Wiper diposisikan bergerak searah jarum jam dari kabel kuning. Seperti resistor pada umumnya, resistor pada termostat juga menghasilkan panas ketika arus melewatinya. Semakin jauh loop ditempatkan dari wiper, maka akan semakin banyak panas yang dihasilkan oleh resistor.

Panas tersebut nantinya akan menghangatkan koil termometer. Kemudian panas tersebut lepas dan mengarah ke sakelar merkuri dan membuatnya miring ke kanan sehingga pemanas mati.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.