Cara Membaca Jangka Sorong, Perawatannya, dan Kegunaannya

Cara membaca jangka sorong sebenarnya cukup mudah dan tidak sesulit kelihatannya. Agar kalian bisa lebih paham bagaimana cara membacanya sebaiknya baca dulu penjelasan mengenai jangka sorong dibawah ini.

Bagi sebagian orang jangka sorong mungkin terdengar asing dan tidak populer. Tentu saja, hal itu karena jangka sorong umumnya dipakai pada industri permesinan. Akurasi alat ini cukup tinggi dan juga tepat. Penggunaan alat ini dapat mengurangi kesalahan dalam pengukuran.

Jangka sorong dapat digunakan untuk mengukur panjang, diameter dalam, diameter luar, dan kedalaman suatu benda. Ketelitiannya bisa mencapai 0,02 milimeter. Terdapat dua skala dalam jangka sorong.


Cara Membaca Jangka Sorong


Ada skala utama dan skala nonius, dimana skala nonius merupakan skala terkecil yang terdapat pada jangka sorong. Perbedaan dan kelebihan apa sih yang ada pada jangka sorong dibandingkan dengan penggaris biasa?

Kelebihan jangka sorong dibanding penggaris yang biasa kita pakai adalah terdapat dua bagian pengukur. Ada bagian yang cembung dan bagian yang cekung. Bagian cembung dapat digunakan untuk pengukuran biasa layaknya penggaris.

Sementara bagian cekung dapat digunakan untuk mengukur diameter suatu benda. Sebut saja diameter cincin, tabung, hingga kelereng.

Membaca Jangka Sorong

image: teknikmesinmanufaktur.blogspot.com

Berikut ini langkah-langkah cara penggunaan dan pembacaan jangka sorong:

1. langkah Pertama
Pertama-tama tentukan dulu skala utama. Lalu lihat skala nonius ada pada angka berapa. Itulah skala tetap atau ukuran benda yang diukur.

2. langkah Kedua
Skala nonius berimpit dengan skala tetap. Kalikan saja skala tetap dengan 0,01.

3. Terakhir
Menjumlahkan skala tetap dengan skala nonius.

Pada saat menggunakan jangka sorong, janganlah ragu untuk membukanya. Caranya dengan membuka mur pengunci jangka sorong terlebih dulu. Selanjutnya letakkan benda yang akan diukur diantara rahang tetap dan rahang geser.

Gerakkan rahang geser sehingga menjepit benda yang akan diukur. Kuatkan mur pengunci agar rahang geser tidak bergeser lagi. kemudian mulailah membaca pengukuran jangka sorong tersebut.

Pemeliharaan Jangka Sorong

Agar pemakaian jangka sorong berjalan baik dalam waktu yang lama dan tidak cepat rusak, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Berikut ini penjelasannya:

1. Sebelum dan sesudah pemakaian alat ukur harus selalu dibersihkan.

2. Selalu mengecek gerakan rahang ukur, gerak (jalan) harus dapat meluncur kelicinan (gesekan) tertentu sesuai dengan standar yang diizinkan dan jalannya rahang ukur harus tidak bergoyang.

3. Sebaiknya jangan mengukur benda dengan hanya bagian ujung dari kedua rahang ukur saja. Sebisa mungkin harus masuk agak kedalam.

4. Harus dipasstikan bahwa posisi nol dari skala ukur dan kesejajaran muka rahang ukur betul-betul tepat.

5. Waktu melakukan penekanan kedua rahang ukur pada benda ukur harus diperhatikan gaya penekanannya. Apabila terlalu kuat menekan kedua rahang akan menyebabkan bengkok atau tidak sejajarnya rahang ukur.

Di samping itu, bila benda ukur mudah berubah bentuk, maka terlalu kuat menekan rahang dapt menimbulkan penyimpangan hasil pengukuran.

6. Sebaiknya jangan membaca skala ukur pada waktu mistar ingsut masih berada pada benda ukur. Kunci dulu peluncurnya lalu lepas dari benda ukur. Barulah membaca skala uukurnya dengan posisi pembacaan yang benar.

7. Setelah mistar ingsut tidak digunakan lagi dan akan disimpan, jangan lupa menjaga kebersihannya. Gunakan tisu, vaseline, dan alat kebersihan lainnya untuk menjaganya tetap dalam keadaan baik.

Pembacaan hasil pengukuran dalam penggunaan jangka sorong tergantung pada keahlian dan ketelitian pengguna dan juga alat itu sendiri. oleh karena itu, saat ini sudah ada jangka sorong dengan tampilan digital untuk mempermudah penggunaan alat ini.

Kegunaan Jangka Sorong

Secara umum terdapat beberapa kegunaan dari jangka sorong, diantaranya:

1. Mengukur benda dari sisi luar dengan cara diapit.

2. Mengukur sisi dalam dari suatu benda yang berlubang dengan cara diulur.

3. Untuk mengukur kedalaman suatu benda dengan cara menancapkan atau memasukkan bagian pengukur. Bagian tersebut ada pada ujung jangka sorong.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.