Alat Ukur Massa | Pengertian Massa dan Cara Mengukurnya

Alat ukur massa adalah neraca dan timbangan. Neraca dan timbangan yang digunakan untuk mengukur massa pun ada banyak macamnya. Sebelum membahas alat ukur massa ada baiknya kita mengetahui terlebih dulu apa itu massa.


Pengertian Massa


Massa merupakan suatu sifat fisika dari sebuah benda yang digunakan untuk menjelaskan berbagai perilaku objek yang terpantau. Biasanya, dalam kegunaanya sehari-hari massa kerap diartikan sebagai berat.

Namun, menurut pemahaman ilmiah modern, berat sebuah objek diakibatkan oleh interaksi massa dengan medan gravitasi. Jadi, massa sebenarnya berbeda dengan berat.

Berat itu diakibatkan karena adanya interaksi massa dengan medan gravitasi. Sehhingga berat suatu benda berbedadari suatu tempat dengan tempat lainnya karena medan gravitasi pada suatu tempat berbeda dengan tempat lainnya dalam cakupan yang luas.

Misalnya saja, berat batu di bumi berbeda dengan berat sebuah batu yang sama jika dibawa ke bulan. Hal itu dikarenakan gaya gravitasi antara bulan dengan bumi berbeda satu sama lainnya. Tidak hanya antar planet atau bintang, bahkan antar satu daerah dengan daerah lainnya bisa saja berbeda.

Meski perbedaan gravitasi antar daerah di bumi sangat kecil, tetapi hal itu mengindikasikan bahwa besaran yang digunakan tidak tetap. Satuan yang digunakan untuk berat dengan massa pun berbeda. Berat mempunyai satuan N (Newton) sementara massa memiliki satuan kilogram.

Mengukur Massa

Bagaimana cara mengukur massa? Sama halnya dengan pengukuran panjang, mengukur massa juga dilakukan dengan membandingkan benda yang akan diukur dengan massa benda lain. kalian bisa saja membandingkan massa tubuh dengan massa suatu benda.

Misalnya saja membandingkan massa tubuh dengan karung beras, akan tetapi cara seperti itu sangat sulit dan bisa berubah. Hasilnya pun belum tentu akurat, terlebih lagi jika orang yang menimbang karung beras tadi tidak teliti. Seharusnya satu karung 25 kilogram bisa saja hanya dimasukkan 24 kilogram.

Itu bisa berpengaruh terhadap pembacaan pengukuran kita. Ketika kita sudah mengira berat badan kita sama dengan berat dua karung beras atau 50 kilogram padahal nyatanya satu karung ada yang memiliki berat 24 kilogram.

Tentu jika terus menerus menggunakan massa pembanding dari benda lain semua pengukuran massa bisa saja tidak akurat. Bayangkan saja, jika saat mengeluarkan zakat fitrah bagaimana cara kalian mengukur beras yang akan dizakatkan.

Pasalnya kita akan mengalami kesulitan jika misalnya ukuran zakat yang dikeluarkan harus sebanding dengan berat lima mangga harum manis. Bagamana jika saat akan membayar fitrah kita tidak menemukan mangga harum manis sebagai pembanding.

Apalagi jika waktu membayar zakat tidak bertepatan dengan musim mangga. Bisa-bisa malah tidak bisa membayar zakat. Ukuran zakat memang sudah ada ketentuannya tersendiri, tapi sesuai kesepakatan para ulama sudah ditetapkan ukuran pastinya yakni seberat 2,5 – 3 kilogram beras.


Alat Ukur Massa


Agar mempermudah pengukuran massa dibuatlah sebuah standar baku yang dapat dijadikan acuan. Para ilmuwan berkumpul dan berpikir apa yang bisa dijadikan sebagai satuan standar massa. Akhirnya dibuatlah objek ukur atau pembanding yang terdiri atas balok campuran platina-iridium.

Campuran tersebut berbentuk silinder dengan tinggi 39 milimeter dan berdiameter 39 milimeter juga. Campuran tersebut dianggap massa satu kilogram. Apabila kallian memiliki berat 40 kilogram, maka massa beratmu adalah 40 kali massa campuran tersebut.

Prototype campuran tersebut disimpan di International Bureau of Weight and Measures di Sevres, Perancis. Saat ini campuran tersebut sudah banyak diduplikat dan diproduksi massal. Alat itu seperti yang kita temukan pada timbangan pasar manual.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.