4 Macam Alat Ukur Listrik Beserta Cara Memakainya

Alat ukur listrik ada banyak macamnya tergantung apa yang ingin kalian ukur. Apakah kalian akan mengukur listrik statis atau listrik dinamis. Selain itu alat untuk mengukur listrik statis dan listrik dinamis pun berbeda-beda.


Alat Ukur Listrik


Listrik statis merupakan dasar dari adanya listrik dinamis. Pada listrik dinamis, terdapat besaran-besaran yang bisa diukur, seperti tegangan listrik, arus listrik, maupun hambatan listrik. Semuanya memiliki alat ukur yang berbeda-beda pula.

Elektroskop, Alat Ukur Listrik Statis

alat ukur listrik
image source: canal-midi.info

Elektroskop merupakan alat yang digunakan untuk mengetahui adanya muatan listrik statis. Saat keadaan alat netral atau tidak mendeteksi muatan listrik, maka foil akan menguncup. Saat alat ini mendeteksi adanya muatan listrik statis, maka foil akan membuka.

Amperemeter

image source: samrasyid.com

Amperemeter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur arus listrik. Pada sumber tegangan listrik, bila antar kutub-kutubnya dihubungkan dengan penghantar maka akan terjadi aliran elektron dari kutub negatif ke kutub positif.

Arus listrik atau aliran elektron tadi dapat diukur menggunakan alat amperemeter. Cara kerja amperemeter cukup mudah, berikut langkahnya:

1. Hubungkan terminal-terminal amperemeter dengan benar, yakni terminal negatif dihubungkan dengan sumber negatif dan terminal positif dihubungkan dengan sumber positif.

2. Kabel pengujian merah biasanya digunakan untuk kutub positif dan kabel hitam atau biru untuk kutub negatif.

3. Seringnya ampere meter digunakan dengan cara dirangkai terlebih dulu seperti tahapan tadi.

Voltmeter, Alat Ukur Tegangan Listrik

image source: 3bsciencetific.com

Voltmeter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur tegangan listrik atau potensial listrik. Sebuah sumber tegangan listrik, misal accu (aki), baterai, maupun generator memiliki dua buah titik atau tempat yang bermuatan listrik berbeda.

Satunya bermuatan listrik positif sementara yang lainnya bermuatan negatif. Titik atau tempat yang bermuatan positif disebut kutub positif yang memiliki potensial tinggi. Sedangkan titik yang bermuatan negatif disebut kutub negatif dan memiliki potensial rendah.

Perbedaan antara kedua kutub tersebut menghasilkan tegangan listrik atau beda potensial listrik yang dilambangkan dengan V atau volt (satuannya). Voltmeter juga terdapat lambang V pada alatnya. Cara penggunaan atau kerja alat voltmeter adalah sebagai berikut:

1) Hubungkan terminal negatif dengan sumber negatif dan terminal positif dengan ssumber positif.

2) Kabel merah untuk bagian positif dan kabel hitam atau biru untuk bagian negatif.

3) Cara pemakaiannya dipasang paralel pada suatu rangkaian.

4) Setiap skala atau garis pada alat menunjukkan nilai 1 volt.

Multimeter

alat ukur listrik
image source: shopee.co.id

Multimeter atau multitester dikenal juga dnegan sebutan AVO meter, yakni alat berupa gabungan dari ampere, volt, dan ohm meter. Seperti namanya, alat ukur listrik ini dapat digunakan untuk banyak keperluan.

Agar dapat menggunakan sekaligus membaca multimeter, maka perlu diketahui bagian-bagian dari multimeter, penampangnya, serta cara menggunakannya. Berikut ini keterangan bagian-bagian multimeter.

1. Tempat AVOmeter merupakan tempat untuk meletakkan seluruh perangkat rangkaian dari avometer.

2. Jarum penunjuk berfungsi untuk menunjuk angka pada garis skala saat multimeter dipakai untuk mengukur.

3. Garis skala adalah garis lengkung berbentuk busur yang terbagi dalam skala tertentu. Garis skala yang dibagi dengan lebar skala yang sama disebut garis skala linier. Sedangkan garis skala yang dibagi dengan lebar skala yang tidak sama disebut garis skala logaritmis.

4. Selector switch atau saklar dapat diputar 360˚ dan dapat ditempatkan pada posisi yang sesuai dengan kegunaan multimeter.

5. Kedudukan amperemeter DC pada saat multimeter digunakan adalah sebagai amperemeter DC.

6. Volmeter DC atau Volmeter AC berkedudukan sebagai voltmeter AC/ DC saat multimeter berfungsi.

7. Kedudukan ohm meter pada saat multi meter berfungsi adalah sebagai ohm meter.

8. Pengatur nol jarum (ohm adjusment) diputar untuk mengatur jarum petunjuk nol sebelah kanan pada saat mengukur hambatan.

9. Pengatur jarum nol sebelah kiri diputar untuk mengatur jarum agar menunjuk nol di sebelah kiri pada saat mengukur arus atau tegangan listrik.

10. Hantaran pengetes merupakan kaki dari alat ukur ini, dimana kaki positif berwarna merah sementara kaki negatif berwarna hitam. Hantara pengetes ini juga disebut dengan colok pengukur.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.