Alat Ukur Jumlah Zat dan Cara Menghitung Jumlah Zat

Tidak ada alat ukur untuk mengukur jumlah zat. Kita hanya perlu menghitungnya menggunakan rumus massa zat atau massa molar zat tersebut. Bisa juga dengan konsentrasi zat dalam larutan. Satuan Standar Internasional (SI) untuk konsestrasi (jumlah zat) adalah mol per meter kubik (mol/m³).

Satuan mol (mol) mengandung tepat 6.02214076 x 10²³ entitas dasar. Bilangan ini adalah nilai numerik tetap dari konstanta avogadro, NA, jika dinyatakan dalam satuan mol -1 dan disebut bilangan Avogadro.

Jumlah substansi simbol n dari suatu sistem adalah ukuran jumlah entitas dasar yang ditentukan. Entitas elementer dapat berupa atom, molekul, ion, elektron, partikel lain, atau kelompok tertentu dari partikel semacam itu.


Alat Ukur Jumlah Zat


Singkatnya, jumlah zat merupakan besaran pokok fisika yang mengukur jumlah cuplikan zat elementer yang dapat berupa elektron, atom, ion, molekul, atau partikel tertentu. Satuan Internasional (SI) untuk jumlah zat adalah mol.

Mol didefinisikan sebagai jumlah atom dalam elemen karbon-12 seberat 12 mg. 1 mol memiliki 6,0221415 x 10²³ atom dari bahan murni yang diukur, dan sering disebut sebagai bilangan Avogadro. Nama satuan mol dipakai pertama kali oleh kimiawan Jerman, Wilhelm Otswald pada tahun 1893.

Mengukur Jumlah Zat

Untuk mengukur jumlah zat kita harus melakukan pendekatan tidak langsung. Salah satu caranya adalah dengan menghitung massa molar. Massa molar merupakan massa unsur kimia tertentu atau senyawa kimia (satuan gram) dibagi dengan jumlah zat (satuan mol).

Dimana massa molar senyawa dapat dihitung dengan menjumlahkan massa relatif dari atom-atom penyusunnya.
Misalnya saja, emas murni memiliki massa molar 196 gram per mol. Jika kita memiliki suatu batangan emas 24 karat dengan berat 10 gram, maka jumlah zat emas dalam batangan tersebut berapa?

Penyelesaiannya:

n = m/M
= (10 g)/(196 g/mol)
= 0,05 mol

Konsentrasi Larutan (mol/liter)

Cara lain untuk mencari atau mengukur jum;ah zat adalah dengan menghitung konsentrasi larutan. Sebuah konsesntrasi larutan akan menunjukkan kita massa zat terlarut dan kemudian bisa kita hitung jumlah zat terlarutnya.

Satuan SI dari besaran ini adalah mol per liter. Sebagai contoh, jumlah konsentrasi natrium klorida dalam air laut biasanya sekitar 0,599 mol/L. penyebutnya adalah volume larutan dan bukan pelarutnya.

Contoh lagi, satu liter vodka standar mengandung sekitar 0,40 L etanol (315, 6.85 mol) dan 0,60 L air. Oleh karena itu, jumlah konsentrasi etanol adalah 6,85 mol etanol / 1 L vodka = 6,85 mol/L. Bukan 6,85 mol etanol / 0,60 L air = 11,4 mol/L.

Dalam ilmu kimia, biasanya satuan mol/L dibaca juga sebagai molar dan dilambangkan dengan simbol M. Sehingga misal, setiap liter larutan urea (CH₄N₂O) 0,5 molar atau 0,5 M dalam air mengandung 0,5 mol molekul tersebut.

Dengan ekstensi konsentrasi jumlah juga biasa disebut molaritas zat yang diminati dalam larutan. Namun, sejak Mei 2007 istilah dan simbol tersebut tidak disetujui oleh IUPAC.

Kuantitas ini berbeda dengan konsentrasi massa, yakni massa zat yang diinginkan, dibagi dengan volume larutan (sekitar 35 g/L untuk natrium klorida dalam air laut).

Jumlah Fraksi (mol/mol)

Hal yang membingungkan lagi adalah konsentrasi jumlah atau molaritas juga harus dibedakan dari konsentrasi molar. Dimana jumlah mol (molekul) zat yang diinginkan dibagi dengan jumlah total mol (molekul) dalam sampel larutan. Kuantitas ini lebih tepat disebut jumlah fraksi atau jumlah pecahan.

Nah itu tadi sedikit penjelasan mengenai jumlah zat. Jadi, alat ukur jumlah zat itu tidak ada. Kita harus menemukannya dengan melakukan pendekatan melalui perhitungan seperti yang telah disebutkan di atas.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.