4 Alat Ukur Berat dari yang Ringan Sampai yang Berat

Alat ukur berat ada banyak macamnya. Mulai dari timbangan untuk beban 0 – 5 kg, timbangan berat badan, timbangan pasar, timbangan beban berat, jembatan timbang, neraca lengan, hingga neraca elektronik.

Semua alat ukur tersebut memiliki fungsi atau kegunaannya masing-masing. Mungkin sebagian dari kalian sering menggunakan atau melihat alat ukur berat seperti yang disebutkan diatas. Namun masih ada yang tidak paham apa nama dan cara menggunakan alat-alat berat tersebut.


Alat Ukur Berat


Alat ukur berat yang paling sering ditemui dan digunakan banyak orang mungkin timbangan. Baik itu timbangan badan, timbangan pasar, hingga timbangan beban kecil untuk bahan kue rumahan.

Apa kalian pernah memperhatikan para penjual di pasar saat menjual telur, beras, dan sebagainya? Kira-kira alat apa yang mereka gunakan ntuk mengukur berat? Ya, itulah yang disebut dengan timbangan.

Sama juga dengan alat yang biasa kita gunakan untuk meninmbang berat badan, itu juga dinamakan timbangan. Hanya saja kapasitas ukurannya berbeda dengan timbangan pasar. Biaasanya ukuran timbangan badan akan lebih besar hingga 100 kilogram atau lebih.

Ada lagi alat ukur berat yang berkapasitas lebih besar, seperti timbangan karung beras. Sementara timbangan untuk mengukur berat bahan-bahan kue dan sejenisnya biasanya berkapasitas 0 – 10 kg maupun 0 – 5 kg.

Adalagi alat ukur yang biasanya digunakan untuk mengukur benda-benda yang snagat ringan. Timbangan jenis ini juga memiliki bentuk dan kapasitas ukuran yang berbeda-beda. Untuk mengukur benda-benda ringan biasanya menggunakan alat berupa neraca.

Neraca lengan dan neraca elektronik adalah contoh dari alat ukur untuk benda-benda ringan. Dibawah ini akan kita bahas sedikit mengenai beberapa alat ukur berat yang telah disebutkan diatas.

1.Timbangan untuk Beban 0 – 5 kg maupun 0 – 10 kg

image source: my-best.id

Apakah kalian pernah membuat kue atau masakan bersama ibu kalian? Biasanya ibu-ibu akan menyiapkan bahan-bahannya terlebih dahulu. Mereka mengukur resep dengan timbangan beban 0 – 5 kg atau 0 – 10 kg.

Terdapat dua macam timbangan jenis ini ada yang konvensional dan ada yang digital. Dimana timbangan manual biasanya berkapasitas lebih kecil. Selain itu, keakuratan timbangan digital lebih presisi dibanding yang konvensional.

2. Timbangan Berat Badan

alat ukur berat
image source: prosehat.com

Jenis timbangan berat badan juga terbagi menjadi dua macam, yakni yang digital dan yang konvensional. Di beberapa fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit dan puskesmas bahkan timbangan juga dilengkapi alat pengukur tinggi badan.

Jenis timbangan digital memiliki akurasi yang lebih tinggi daripada yang konvensional. Berat dan tinggi badanmu akan diukur secara otomatis dan hasilnya pun tidak dalam angka bulat. Berbeda lagi dengan timbangan bayi kapasitas timbangannya biasanya lebih kecil dibanding timbangan pada umumnya.

3. Timbangan Pasar dan Supermarket

image source: tokopedia.com

Kalian akan menemukan jenis timbangan yang berbeda dengan fungsi sama saat berada di pasar dan supermarket. Di pasar, kalian akan menjuampai timbangan manual dengan wadah dan anak timbangan sebagai pengukur berat.

Sedangkan di supermarket, kalian akan menemukan jenis timbangan digital yang bisa diatur jenis pembaca ukurannya. Biasanya timbangan seperti ini juga digunakan di beberapa tempat laundry untuk menimbang beban laundry.

4. Timbangan Beban Berat

alat ukur berat
image source: tokopedia.com

Pernahkan kalian ke grosiran beras, tepung, atau gula? Disana kalian pasti akan menemui jenis timbangan beban berat. Desain timbangannya sangat kokoh dan kuat karena digunakan untuk menimbang beban yang berat-berat..

Terdapat jenis digital dan konvensional juga untuk jenis timbangan ini. Dimana timbangan yang konvensional masih menggunakan pemberat putar berjalan sebagai anak timbangan dan juga anak timbangan gantung pada bagian ujungnya.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.