Mengenal Hipotesis Penelitian: Pengertian, Jenis-Jenis dan Manfaatnya

Pengertian Hipotesis Penelitian – Ketika melakukan penelitian dan membuat karya tulis ilmiah, hipotesis merupakan satu tahapan penting karena menentukan arah penelitian.

Bagi siapapun yang akan melakukan penelitian ilmiah, hipotesis akan memengaruhi rancangan atau kerangka penelitian dan eksperimen yang akan dilakukan.

Sebagai salah satu elemen yang sangat penting dalam karya tulis ilmiah, menulis hipotesis tidak boleh asal, tidak hanya sekadar asumsi, tapi juga perkiraan yang terukur.

Untuk lebih jelasnya, artikel ini akan membahas mengenai apa itu hipotesis penelitian, apa saja jenis-jenisnya dan apa saja manfaatnya.


Pengertian Hipotesis Penelitian


√ Mengenal Hipotesis Penelitian: Pengertian, Jenis-Jenis dan Manfaatnya
shutterstock.com

Menurut Prof. Dr. S. Nasution (2000), hipotesis merupakan dugaan mengenai apa yang kita amati dengan upaya untuk dapat memahaminya.

Menurut Agus Purwanto dan Dyah Ratih (2007:137), hipotesis adalah suatu dugaan/pernyataan sementara masalah penelitian harus diuji dengan empiris karena kebenarannya belum tentu benar.

Singkatnya bisa dikatakan kalau hipotesis adalah jawaban/dugaan sementara pada suatu masah yang masih harus dibuktikan kebenarnnya karena masih bersifat praduga.

Hipotesis penelitian sendiri harus dinyatakan dengan bentuk kalimat pernyataan yang deklaratif, yang berisi tentang hubungan antar paling sedikit setidaknya dua variabel penelitian.

Selain itu, juga harus bisa diuji dengan spesifik untuk memperlihatkan bagaimana variabel penelitian diukur, prediksi hubungan atau pengaruh antar variabel.


Jenis-Jenis Hipotesis Penelitian


Untuk jenis-jenisnya, hipotesis penelitian dapat diklasifikasikan berdasarkan kategori rumusan, sifat variabel yang mau diuji dan lingkup variabel yang diuji.

1. Berdasarkan Kategori Rumusannya

shutterstock.com

Berikut merupakan jenis-jenis hipotesis penelitian berdasarkan kategori rumusan:

– Hipotesis Nihil (Ho)

Merupakan jenis hipotesis yang menyatakan tidak ada korelasi/pengaruh antara suatu variabel dan variabel yang lainnya.

Contohnya, tidak ada hubungan tingkat pendidikan orang tua dengan prestasi pendidikan siswa SMA.

– Hipotesis Alternatif (Ha)

Merupakan jenis hipotesis yang menyatakan ada hubungan/pengaruh antara suatu variabel dengan variabel lainnya.

Hipotesis alternatif sendiri dibagi menjadi dua macam, yaitu hipotesis terarah dan hipotesis tak terarah.

2. Berdasarkan Sifat Variabel yang Akan Diuji

shutterstock.com

Berikut merupakan jenis-jenis hipotesis penelitian berdasarkan sifat variabel yang akan diuji:

– Hipotesis tentang Hubungan

Merupakan jenis hipotesis yang menyatakan mengenai hubungan antar dua atau lebih variabel.

Hubungan antar variabel ini dapat dibagi menjadi 3, yakni hubungan yang bersifat sejajar tidak timbal balik, hubungan yang bersifat sejajar timbal balik dan hubungan sebab-akibat tidak timbal balik.

– Hipotesis tentang Perbedaan

Merupakan jenis hipotesis yang menyatakan tentang dalam kelompok yang berbeda terdapat perbedaan variabel tertentu.

Misalnya, ada perbedaan prestasi pendidikan siswa SMP yang diajar megngunakan metode tanya jawab, diskusi, demonstrasi, dan ceramah.

3. Jenis Hipotesis Penelitian Berdasarkan Lingkup dari Variabel yang Diuji

√ Mengenal Hipotesis Penelitian: Pengertian, Jenis-Jenis dan Manfaatnya
pixabay.com

Berikut merupakan jenis hipotesis penelitian berdasarkan Lingkup dari Variabel yang Diuji

– Hipotesis Mayor

Merupakan jenis hipotesis melingkupi kaitan semua variabel dan semua objek dari penelitian.

– Hipotesis Minor

Merupakan jenis hipotesis yang mencakup bagian-bagian jabaran dari hipotesis mayor.


Manfaat Hipotesis Penelitian


√ Mengenal Hipotesis Penelitian: Pengertian, Jenis-Jenis dan Manfaatnya
shutterstock.com

Jika ditarik garis besarnya, hipotesis penelitian bermanfaat untuk memperkecil cakupan dan memberikan batasan pada penelitan dan kerja penelitian

Selain itu, bisa juga menjadi panduan untuk para peneliti dalam melakukan penelitiannya mulai dari melakukan pengujian dan penyesuaian fakta.

Adapun manfaat hipotesis penelitian berguna untuk menguji suatu teori, mendorong adanya teori, menjelaskan fenomena sosial, pedoman dalam mengarahkan penelitian dan membuat kerangka atau rancangan untuk menyusun keismpulan.

Sebenarnya hipotesis tidak harus selalu diterima kebenarnnya. Misalnya jika kesimpulan dari penelitian suatu hipotesis tidak sesuai dengan data dan fakta, hal tersebut bukan berarti peneliti salah.

Melainkan peneliti harus dapat menjelaskan dan menerangkan kenapa hipotesis penelitiannya ditolak.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.