Perbandingan Freon R32, R22, R410A, dan R290 yang Perlu Diketahui

Perbandingan Freon R32, R22, R410A, dan R290 mungkin tidak banyak diketahui orang awam. Bahkan mungkin ada yang belum tahu apa itu freon. Sebelum kita membahas menganai perbandingan antara keempat freon tersebut, ada baiknya kita megetahui apa itu freon terlebih dulu.

Freon merupakan cairan atau gas yang digunakan dalam sistem AC maupun kulkas. Tanpa freon, AC, kulkas, dan peralatan pendingin lainnya tidak akan bisa berjalan. Pada AC freon berada pada kumparan kondensor.


Perbandingan Freon R32, R22, R410A, dan R290


Fungsi dari freon pada pendingin adalah menyerap panas dari ruangan dan meninggalkan atau membuang udara panas di luar ruangan. Saat freon menyerap panas, ia akan mengalami perubahan wujud dari cair menjadi gas. Ketika kompresor memampatkan, ia kembali menjadi cair.

Berikut ini perbandingan antara keempat jenis freon, yakni R32, R22, R410A, dan R290:

1. R32

a. Gas tunggal
b. Daya penipisan ozon – 0
c. Potensi pemanasan global – 675
d. COP teoritis dibandingkan dengan freon R22 – 97%
e. Sedikit mudah terbakar

2. R22

a. Gas tunggal
b. Penipisan ozon – 0,05. Bisa dikatakan bukan freon yang ramah lingkungan.
c. Potensi pemanasan global – 1810
d. Dilarang di beberapa negara maju, seperti Amerika Serikat, Jerman, Kanada, Inggris, dan lain-lain.

3. R410A

Campuran azeotropik dari dua gas freon R32 dan R125A dalam perbandingan yang sama. Sehingga top up gas tidak memungkinkan. Daya penipisan ozon – 0. Potensi pemanasan global – 2090. COP teoritis dibandingkan dnegan R22 – 92%.

4. R290

Gas tunggal yang memiliki daya penipisan ozon – 0. Potensi pemanasan globalnya kurang dari 3. COP teoritis dibandingkan dengan R22 – 98%. Termasuk jenis gas yang sangat mudah terbakar.

Tipe Freon

Kloroflourokarbon (CFCs)

Pembuatan CFC termasuk itu R12 telah dihentikan pada tahun 1994 karena CFC merupakan salah satu penyebab utama efek gas rumah kaca yang menipiskan lapisan ozon.

Hidrokloroflourokarbon (HCFCs)

R22 merupakan freon yang paling umum digunakan pada alat pendingin, seperti AC. Di akhir ‘90-an, CFC digantikan oleh HFCs. Sebagian besar negara berkembang menggunakan R22 pada AC buatannya.

R22 bisa dibilang hanya sedikit lebih baik dibanding dengan CFC, tapi mereka juga sama berbahayanya bagi lingkungan. Mereka memiliki potensi untuk menipiskan ozon. Mungkin tidak akan langsung menipiskan ozon dalam sekejap, tapi mungkin 4 – 5 tahun kemudian.

Oleh karena itu, ketika kalian membeli AC maupun kulkas, perhatikan komponen eksteriornya. Apabila tertera penggunaan freon R22 maka jangan dipilih. Bisa dikatakan jika R22 termasuk freon yang out of date dan berbahaya bagi lingkungan.

Hidroflourokarbon (HFCs)

HFC termasuk di dalamnya freon R32 dan R410A lebih baik daripada HCFC karena tidak berpengaruh pada penipisan lapisan ozon. Meskipun begitu, mereka juga memiliki potensi untuk pemanasan global.

Perlu di garisbawahi, R32 bisa dikatakan lebih aman daripada R410A soal pemanasan global. Freon seperti HFC ini juga tidak ramah lingkungan, tapi jauh lebih baik daripada R22. Untuk itu banyak alat pendingin yang memakai freon jenis HFC.

Hidrokarbon (HC)

Hingga saat inni, freon yang paling ramah lingkungan pada kebanyakan AC maupun kulkas masa kini adalah jenis R290 (propana). R290 memiliki potensi pemanasan global 3 dan tidak berdampak pada lapisan ozon.

Selain itu, freon R290 juga hemat energi dan merupakan freon yang ramah lingkungan seperti yang telah disebutkan tadi. Jenis hidrokarbon dan hidroflourokarbon termasuk yang sangat mudah terbakar. Meski begitu belum ada kecelakaan akibat penggunaan freon jenis ini pada peralatan elektronik.

Nah, itu tadi perbandingan freon R32, R22, R410A, dan R290. Jika kalian sudah mengetahui mana freon yang baik dan mana yang tidak sudah saatnya kalian bijak dalam memilih pendingin. Gunakan freon yang ramah lingkungan dan hemat energi demi kelangsungan kehidupan.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.